Tingkatkan Pengelolaan Keuangan Negara, Kemenkumham RI Gandeng IAI

Hari Sabtu tanggal 29 Oktober 2016 Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham RI)  menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait Peningkatan Kompetensi Sumberdaya Manusia dalam Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara dalam rangka Mewujudkan Aparatur Negara Kementerian Hukum dan HAM yang Profesional dan Berintegritas. MoU yang ditandatangani langsung oleh  Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI, Prof. Mardiasmo, CA dan Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly ini merupakan tindaklanjut dari rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang meminta Kemenkumham RI agar segera menyusun dan mengimplementasikan langkah-langkah nyata peningkatan kualitas dan kuantitas SDM penyusun laporan keuangan. 

Penandatanganan MOU yang dilangsungkan bersamaan dengan peringatan Hari Dharma Karya Dhika ini merupakan awal dari sebuah proses yang akan dijalankan secara berkesinambungan, hingga mencapai target-target yang telah ditetapkan, terutama dalam hal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Kerjasama Kemenkumham dan IAI diharapkan akan berimplikasi pada peningkatan kualitas dan kapasitas SDM akuntansi di Kemenkumham, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada pengelolaan keuangan negara di lingkungan Kemenkumham.

Ketua DPN IAI Prof. Mardiasmo mengatakan, di era transparansi ini, akuntansi bisa masuk di segala bidang, dan profesi akuntan berperan dari hulu hingga hilir setiap proses bisnis dan sektor publik. Di sisi planning (perencanaan), peran akuntan dibutuhkan untuk memberikan feed back atas apa yang sudah dilakukan organisasi sebelumnya. Di tahap pelaksanaan, akuntan memonitor proses secara berkelanjutan. Pada fase reporting, akuntan dibutuhkan sebagai penjaga akuntabilitas dan pertanggungjawaban publik. Dalam konteks ini, semua fase itu butuh keberlanjutan agar berjalan sempurna. Profesi harus bisa mewadahi seluruh kepentingan dengan menjadi enabler di setiap prosesnya. Dalam kehidupan bernegara dimana sustainable development dan welfare state sebagai sasarannya, akuntan merupakan pengawal uang rakyat dan aset negara.

IAI sebagai organisasi profesi,  bertanggungjawab mengembangkan pengetahuan dan praktik akuntansi, manajemen bisnis, dan publik yang berorientasi pada etika dan tanggungjawab sosial dalam perspektif nasional dan internasional. Di dunia yang makin transparan, peran akuntan dalam upaya penerapan governance dan akuntabilitas di berbagai sektor, akan semakin dibutuhkan. IAI bersama stakeholders lain berkepentingan untuk meningkatkan kualitas akuntan profesional dan meningkatkan perannya di berbagai bidang dan lembaga, agar bisa menjamin terciptanya good governance dan transparansi.

Sebagai organisasi profesi yang mewadahi Akuntan Profesional di seluruh Indonesia, IAI selalu mendukung terciptanya akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi di bebagai bidang. Akuntan Profesional sebagai pihak yang kompeten menyajikan informasi keuangan yang akan menjadi bahan pengambilan keputusan eksekutif, bisa terlibat lebih jauh di dalam setiap proses itu. Kontribusi itu tidak terbatas pada sektor tertentu, tapi kini justru telah merambah ke berbagai sektor, mulai dari sektor publik hingga sektor privat.

Lebih lanjut, Prof. Mardiasmo yang juga Wakil Menteri Keuangan RI menjelaskan, sesuai Agency Theory, penyelenggara negara sebagai manajemen harus bertanggungjawab kepada rakyat selaku stakeholder utama. Karena itu negara berkewajiban mengelola uang rakyat dengan optimal dan dikembalikan untuk kemakmuran semua stakeholder-nya. Karena itu, spirit mengejar kemandirian bangsa harus selalu didasarkan pada keinginan untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera dan beretika. Bahkan dalam konteks revolusi mental yang merupakan sasaran pembangunan berkelanjutan di Indonesia, akuntansi memiliki peran yang relevan sekaligus krusial untuk mengubah behavior masyarakat menuju arah yang lebih positif. 

Agar dampaknya optimal, harus ada kesadaran secara nasional untuk memaksimalkan peran akuntansi dalam proses penciptaan daya saing dan kemakmuran bangsa. Salah satunya melalui reformasi keuangan dan reformasi ekonomi yang berfokus pada pemanfaatan sustainable accounting practices  yang berarti praktik-praktik ideal akuntansi yang diterapkan secara berkelanjutan) di berbagai bidang. IAI sebagai organisasi selalu mendorong proses ini.

Pada kesempatan itu, Prof. Mardiasmo mengapresiasi Menkumham, Yasonna H. Laoly beserta jajarannya yang berinisiatif meningkatkan transparansi dan pengelolaan pelaporan keuangan negara, serta mewujudkan aparatur Kemenkumham yang profesional dan berintegritas. IAI sebagai organisasi profesi akuntan, akan selalu mendukung upaya tersebut, dan berada di garis paling depan dalam setiap upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas di Indonesia

www.iaiglobal.or.id